Senin, 07 Juli 2014

Surat Terbuka Untuk Admin @INDONESIANURSE


Selamat malam, Bung Imin.
Apa kabar? Semoga Bung Imin selalu dalam keadaan sehat dan bugar, terutama di bulan Ramadhan ini. Tidak enak juga rasanya jika Ramadhan ini dilalui dalam kondisi sakit.

Ngomong-ngomong lagi musim apa disana? Musim hujan atau musim kemarau? Cuaca sekarang cepat sekali berubah ya? Tidak jelas apakah sekarang musim kemarau atau musim hujan? Minggu kemarin saya berangkat kerja dengan kepanasan tapi ketika menulis surat ini diluar hujan turun dengan sangat deras. Tapi yang jelas sepertinya sekarang sedang musim menulis Surat Terbuka ya? Ada yang menulis Surat Terbuka buat Bapak Jokowi, ada juga yang menulis Surat Terbuka Buat Bapak Prabowo, dan bahkan Bapak Prabowonya sendiri juga menulis surat entah buat siapa saja (yang jelas emak saya termasuk salah satu diantaranya). Karena itu saya juga mau ikut-ikutan menulis surat terbuka yang ditujukan buat Bung Imin tercinta ini.

Bung Imin yang baik hati dan rajin ngetweet, beberapa hari yang lalu ketika saya sedang asik-asiknya memantau linimasa twitter sambil menunggu waktu makan sahur, saya menemukan tweet Bung Imin yang cukup menarik perhatian saya. Berikut saya kutipkan tweet dari Bung Imin tersebut,

"Selamat malam saya founder indonesianurse untuk beberapa hari ke depan akan memberikan dukungan resmi kepada salah satu capres"

Membaca tweet tersebut spontan membuat saya kaget. Menurut saya, tweet ini bahkan lebih mengagetkan dibandingkan dengan rumor kedekatan Ariel dengan Sophia Latjuba. Ada apa ini? Ada angin apa yang membikin akun @INDONESIANURSE tiba-tiba akan memberikan dukungan resmi kepada salah satu capres? Apakah ini dukungan secara pribadi? Atau bukan? Tapi melihat tweet tersebut, dimana didalamnya  tertulis kalimat "saya founder Indonesiannurse..", apakah berarti ini sebuah dukungan pribadi? Anehnya, kalau ini dukungan pribadi kenapa tidak menggunakan akun twitter pribadi saja? Jangan menggunakan akun @INDONESIANURSE?

Di tweet selanjutnya keadaan malah semakin rancu. Saya kutip tweet selanjutnya,

"Dukungan ini bukanlah pribadi melainkan dukungan setelah pertimbangan dan voting di fanpage PERAWAT di facebook #dukungcapres"

Lhaa gimana ini? Tadi di awal ngetweet "saya founder Indonesianurse untuk beberapa hari ke depan akan memberikan dukungan yang resmi kepada salah satu capres", tapi ditweet selanjutnya malah bilang "dukungan ini bukanlah pribadi..". Maksudnya apa toh, Bung Imin? Kok bisa kontradiktif seperti itu? Bung Imin tidak sedang mabuk susu Ultra rasa stroberi yang sudah kadaluarsa bukan?

Terkait dengan hal itu ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Bung Imin.
Pertama, apakah dukungan resmi kepada salah satu capres itu merupakan dukungan secara pribadi atau bukan? Kalau secara pribadi, tidak masalah. Itu hak Bung Imin. Saya tidak akan mengganggu gugat. Masalahnya adalah kalau itu adalah bentuk dukungan pribadi mengapa tidak menggunakan akun twitter pribadi milik Bung Imin saja? Jangan menggunakan akun @INDONESIANURSE.

Kedua, kalaupun kemudian Bung Imin menyatakan itu bukan dukungan pribadi melainkan berdasarkan pertimbangan dan hasil voting di fanspage FB PERAWAT lalu Bung Imin mau mengatasnamakan siapa? Perawat? Perawat yang mana? Karena setahu saya organisasi profesi Keperawatan yang resmi di Indonesia cuma PPNI. Jadi suara perawat mana yang Bung Imin maksud? Perawat yang suka main twitter, gitu? Meskipun begitu saya pikir  Bung Imin tidak bisa seenaknya mengatasnamakan perawat untuk memberikan dukungan resmi kepada salah satu capres. Ini bukan ajang Indonesian Idol, Bung Imin. Meskipun itu hasil voting tapi itu tidak mencakup suara keseluruhan perawat di Indonesia. Bahkan saya yakin itu juga tidak mencakup keseluruhan suara perawat yang suka main twitter. Jadi, adalah sebuah omong kosong nan menggelikan jika hasil voting itu dijadikan alasan untuk dukungan resmi kepada salah satu capres. Apa kata dunia, Bung Imin?? Wajar jika kemudian ada sebagian followers Bung Imin yang protes dan menganggap Bung Imin tidak netral lagi. Karena semua ini memberikan kesan seolah-olah Bung Imin ingin mengakomodir pendapat pribadi tetapi melalui hasil voting di fanspage dan twitter @INDONESIANURSE.

Jika mau lebih fair saya kira Bung Imin cukup dengan menggelar sebuah voting saja, tanpa harus repot-repot untuk memberikan dukungan yang resmi kepada salah satu capres. Biarkan saja para perawat memilih pilihan mereka sendiri, Bung Imin tidak usah ikut-ikutan kampanye. Kalaupun Bung Imin mau ikutan kampanye dan secara resmi mendukung salah satu capres, silahkan pakai akun pribadi milik Bung Imin. Jangan menggunakan akun @INDONESIANURSE, karena akun itu jelas tidak mewakili siapapun, termasuk perawat.

Bung Imin yang budiman, kita semua tahu dalam politik semua hal bisa diperdagangkan. Agama, olahraga, termasuk profesi kita yaitu perawat. Memang kita juga berharap para pemimpin kita nanti bisa lebih memperhatikan profesi kita yang "almoust famous" ini. Tapi itu bukan berarti kita harus rela dan diam saja ketika profesi kita ini dijadikan barang dagangan politik, apalagi jika hanya diiming-imingi kenaikan gaji saja tanpa ada kejelasan mengenai perbaikan sistem dan aturan perundang-undangan ke depannya. Apakah Bung Imin rela profesi yang Bung Imin bangga-banggakan ini hanya dijadikan komoditas jualan politik saja? Silahkan dipikirkan. Saya kira Bung Imin lebih bijak mengenai hal ini daripada saya.

Bung Imin yang baik hati dan tidak sombong, kiranya hanya itu yang ingin saya sampaikan melalui surat ini. Saya merasa sangat tersanjung sekali apabila Bung Imin berkenan meluangkan waktu dan membacanya. Dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf apabila ada perkataan dalam surat ini yang menyinggung perasaan Bung Imin. Sungguh pun tak ada maksud dari saya untuk berbuat seperti itu.

Akhir kata saya tutup ini dengan ucapan selamat malam dan sekucur doa untuk kesuksesan dan kebahagianaan Bung Imin. Selamat menunaikan ibadah puasa (jika Bung Imin menjalankannya). Salam, dan itu adalah salam sayang.


Ttd,
Follower setiamu

Ricky P. Rikardi, admin @StationNurse69

NB       : tidak usah repot-repot membalas surat ini.

NB lagi : maaf jika dalam surat ini tidak menyertakan lembaran rupiah seperti, ehm,  "surat-surat" yang lain.

0 komentar:

Posting Komentar