Minggu, 06 Oktober 2013

Si Perawat VS Si Asuransi


(bukan kisah cinta, hanya curhatan Si perawat yang berusaha ngertiin Si Asuransi)

Hari itu tepatnya jam 14.30 WIB terdengar suara panggilan telepon yang menggema di seisi ruangan, tepatnya di ruangan salah satu rumah sakit swasta tempat saya bekerja. Telepon terus berbunyi dan berbunyi, 3 kali berturut-turut dengan nada yang sama, dan tidak ada yang mengangkat. Saat itu juga bersamaan dengan visite dokter, sehingga mau tidak mau saya yang harus mengangkat telepon itu. Di balik telepon itu terdengar suara merdu wanita yang sungguh menggelitik telinga saya.

Ternyata suara ayu nan lembut tersebut berasal dari salah satu perusahaan asuransi di Indonesia. Suara itu berkali-kali menyapa “selamat pagi, saya dari XXX , dengan bapa siapa?”. Saya yang saat itu baru masuk dines siang setelah liburan panjang dan menggenapkan masa kerja saya yang baru 2 bulan (baru seumur bulu jagung) hanya diam terpaku. Bukan karena saya terpesona dengan suara tadi atau tidak tahu jawabanya (masa saya tidak tahu nama sendiri, saya bisa-bisa divonis menderita amnesia tingkat dewa), namun karena saya takut dan tidak tahu apa yang akan beliau katakan dan tanyakan selanjutnya jika saya jawab pertanyaan tersebut. Namun dengan berat kata dan terpaksa, saya harus jawab pertanyaan tadi. Dan ternyata benar seperti dugaan saya, beliau menanyakan segudang pertanyaan yang membuat saya harus mengeluarkan keringat dingin. Ya benar, pegawai asuransi bersuara merdu itu menanyakan mengenai ringkasan keadaan pasien yang akan mereka tanggung biaya pengobatannya, dimulai saat masuk hingga saat ini. Dan kembali lagi saya terdiam tidak menjawab (yang ini asli saya ga bisa jawab). Posisi saya yang saat itu baru masuk dines dan belum menguasai pasien tidak bisa menjawab apa-apa karena saya belum hafal dan menguasai keadaan dan kondisi pasien itu, namun saya mengandalkan insting saya sebagai perawat. Ya, Siapa lagi yang bisa saya tanyakan selain kepada “dokumentasi pasien / status pasien / catatan pasien” atau apalah itu perawat-perawat sering menyebutnya. Dan sekali lagi, saya diselamatkan oleh Tuhan dengan dikaruniai insting ini.

Berdasarkan pengalaman diatas, penting bagi perawat untuk mengetahui segala hal mengenai pasien, salah satu diantaranya adalah jaminan atau asuransi kesehatan yang pasien gunakan. Tentu saja harus demikian karena anda tidak bisa terus menerus mengandalkan insting perawat anda tanpa mempelajari atau mengetahui seluk beluk mengenai per-asuransi-an (walaupun insting anda setajam silet, perlu diingat silet juga bisa karatan lho) apalagi bagi anda yang tingkat hokinya rendah (ini ironi). Hal-hal mengenai asuransi kesehatan penting diketahui tidak hanya karyawan bagian administrasi saja, namun kita juga sebagai perawat wajib tahu. Di rumah sakit swasta kita dituntut tahu mengenai asuransi kesehatan karena kita sebagai perawat adalah mediator antara klien dengan asuransi yang diikuti klien. Selain itu, asuransi itu salah satu nyawanya rumah sakit lho? Emang dari mana lagi rumah sakit dapat pasien jika bukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asuransi?

Ada beberapa hal yang anda harus perhatikan jika pasien anda menggunakan Asuransi kesehatan:

  • 1. Pastikan Jaminan atau Asuransi yang digunakan pasien.
  • Memastikan disini anda tidak harus susah payah suruh pasien ngumpulin berkas dan syarat-syarat, biar itu urusan pendaftaran dan administrasi (jangan biarkan mereka makan gaji buta). Kita cukup memastikan dengan cara melihat di status pasien jaminan apa yang ia gunakan. Mudah kan? (Memang di dunia ini tidak ada yang sulit selain liat kuping kita dengan mata kita sendiri.). Ketahui kebijakan-kebijakan yang diberikan Asuransi. Kebijakan yang seabreg dan beragam membuat anda harus memutar otak untuk mengatasinya. Daya ingat dan update kebijakan baru perlu dimiliki. Asuransi itu usaha, maka mereka juga tidak ingin merugi, maka kita harus peka terhadap kebijakan-kebijakan ini seperti: kelas perawatan yang diberikan, obat yang ditanggung, tindakan medis yang ditanggung dan lain-lain. Pembayaran asuransi ke rumah sakit biasanya di akhir, coba bayangkan bila kita tidak mengindahkan hal-hal diatas ada kemungkinan asuransi tidak akan membayar full. Coba bayangkan bila anda dan tim medis memberikan obat diluar tanggungan asuransi, terus asuransi tidak membayar, trus rumah sakit bangkrut, terus ratusan pekerja hilang mata pencahariannya, terus ratusan keluarga tidak dinafkahi, terus ratusan keluarga menderita kelaparan, terus kematian, seperti pembunuhan terselubung (terus kayaknya saya terlalu lebay.).

  • 2. Resume Medik
  • Resume, ringkasan, rangkuman (terserah mau menyebutnya apa) adalah salah satu syarat penting dan bukti autentik untuk diajukan dan diklaim ke perusahaan asuransi. Di resume ini biasanya berisi identitas pengguna asuransi, keluhan, diagnosa pasien, tindakan medis, obat yang diberikan dan lain-lain. Jangan lupakan yang satu ini!! Ini adalah syarat utama agar klaim-an anda di terima oleh asuransi. Resume ini ada yang dibuat berdasarkan format dari rumah sakit setempat, namun ada juga perusahaan asuransi yang memiliki sendiri format resumenya.

    Jadi pada intinya anda sebagai perawat jangan seperti katak dalam tempurung yang tidak tahu apa-apa. SEMANGAT DAN TERUS MAJU PERAWAT INDONESIA..!!!TERUS BELAJAR DAN UPDATE PENGETAHUAN ANDA atau “KALAU TIDAK? MEMANGNYA SUDAH DI-ASURANSI-KAN KAH KARIER KERJA ANDA?”

    Oleh : Derry Taufik Razzak, AMK
  • 0 komentar:

    Posting Komentar