Beberapa jam tadi, saya dikirimin gambar
oleh teman saya lewat salah satu aplikasi chat. Saya pikir itu adalah gambar
balasan dari foto Polwan telanjang yang saya kirim sebelumnya tadi malam.
Ternyata tidak. Kecewa? Bisa jadi. Tapi gambar yang dikirim oleh teman saya
jauh lebih menarik dari kasus foto bugil oknum
aparat-yang-mungkin-tidak-pernah-mendengar-lagu-Kenakalan Remaja Di Era
Informatika oleh Efek Rumah Kaca. ternyata teman saya mengirimkan foto surat
cinta akan zine bikinannya. Mungkin intinya sih si pengirim pesan cinta
tersebut merasa risih atau terganggu.
Saya senang teman saya membuat fanzine di
lingkungan kerja nya yang membahas tentang kesehatan. Hanya, mengedarkan zine
di suatu lingkungan kerja pasti ada pro kontra nya. Berbeda dari zine kebanyakan
yang di edarkan ke suatu komunitas, sudah jelas siapa yang membacanya. Jika di
lingkungan kerja seperti ini, pasti akan menimbulkan lebih banyak reaksi.
Karena pada lingkungan kerja, masih banyak senior kita yang berpikiran era orde
baru dan jelas konservatif, yang menganggap hal-hal baru di luar nalarnya itu
salah.
Sebenarnya saya tidak menyalahkan
orang-orang tersebut, cuma menyayangkan kalau generasi muda pun ikut terbentuk
dalam pola pikir seperti itu. Dari saat sekolah kita di bentuk untuk jadi
seorang pekerja, maka jangan salahkan jika kita mempunyai pola pikir seperti:
belajar, lalu bekerja, lalu menikah, lalu punya anak dan akhirnya mempunyai
pola hidup bangun pagi, berangkat kantor, pulang sore, tidur kembali (sisipkan
"berkembang biak" di sela kata pulang sore dan tidur kembali per tiga
minggu sekali agar tak terlalu monoton. Maka, sekali lagi, sangat disayangkan
jika yang memberi surat cinta kepada zine itu justru dari orang yang jauh lebih
muda dari sisa-sisa orde baru tersebut.
Memang segala sesuatu itu pasti ada
resikonya. semoga saja zine tersebut tidak mengganggu jam dan kinerja pekerjaan
yang mungkin membuat beberapa pihak geram. Semoga juga orang yang berfikiran
konservatif sedikit lebih terbuka dan menganggap zine ini adalah suatu sarana
baru yang harus di amati khususnya untuk bagian Promkes. Kita pasti akan
menjadi tua, tapi setidaknya jangan menjadi tipikal orang tua yang membosankan.
-Oleh Rezky Aditya-
-Oleh Rezky Aditya-







0 komentar:
Posting Komentar