Selasa, 17 September 2013

PERAWAT Why not?


PRAJURITJAGA MALAM (Chairil Anwar, 1948)

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu…… Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !



(Sepenggal puisi inilah yang saya temukan secara mendadak dan saya lantangkan ketika mengikuti kontes salah satu acara Hima di kampus saya yang sampe saat ini saya belum tau dan bingung apa yang harus saya lakukan setelah menjuarai kontes tersebut. Namun puisi inilah yang menjadi salah satu yang membulatkan tekad perawat dalam diri saya)

Ya.. Perawat..! Mantri..! Suster..! Bruder..! atau apalah itu masyarakat luas sering katakan, intinya Perawat adalah tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan. Mari berfikir sejenak, MULIAKAH?? (opini atau pendapat tergantung kedalaman dan dangkalan anda berfikir) Ada beberapa perawat, bahkan banyak perawat mengeluh seperti: gaji perawat dikebiri, perawat masa depannya suram, perawat tidak jelas statusnya atau apalah itu. Siapa yang salah? KITA SENDIRI, kitalah yang merendahkan profesi kita sehingga orang lain menganggap rendah profesi kita. Kenapa harus malu jadi perawat? Kenapa harus menyesal jadi perawat? Kalau kita bisa berada di puncak sebagai Perawat.

Berada di puncak sebagai perawat, anda tidak harus seperti Florence Nightingale, bawa-bawa lentera buat ngecek infusan pasien. (Orang cirebon berkata “NightTangel cooy..!”). Tapi anda cukup punya tekad seperti Florance Nightingale, berikan yang terbaik dalam menjalankan profesi anda serta tunjukan kapasitas dan kapabilitas anda serta buktikan “lo punya kualitas”. Masalah orang yang menginspirasi anda, tak harus moyang perawat yang anda bisa jadikan inspirasi. Anda bisa menjadikan orang lain di luar profesi anda menjadi inspirasi anda. Sejenak kita bayangkan, bagaimana Bill Gates bisa menjadi pakar telamatika tersukses? Bagaimana Kurt Cobain menjadi rocker papan atas dunia? Bagaimana Pele menjadi legenda sepak bola tersukses? Merekalah orang-orang hebat yang percaya akan profesinya dan terus memberikan yang terbaik sehingga bisa berada di puncak.

Berbicara keluhan, keluhan biasanya diawali adanya ketidakpuasan dan penyesalan dari awal. Hampir sebagian besar perawat yang ditanya kenapa anda masuk perawat? Dan jawabannya beragam, Ada yang beralasan dipaksa orang tua, ga keterima SNMPTN, coba-coba, dan lain-lain. Mungkin hal-hal seperti demikian yang dapat menjadikan penyesalan dan ketidakpuasan diawal yang memunculkan keluhan-keluhan saat ini yang mengakar dan beranak cucu.

“Nasi telah menjadi bubur, anda tak akan bisa merubah bubur menjadi nasi kembali. Namun anda cukup memberikannya bumbu maka bubur itu akan berharga jual tinggi”.

Jangan berkecil hati! Anda kini adalah perawat! Profesi yang sangat mulia, melayani masyarakat, memberikan asuhan keperawatan 24 jam tanpa henti, profesi yang diterima di berbagai instansi, lowongan kerja perawat seabreg, formasi CPNS perawat paling banyak, perawat diterima dimanapun di kampung maupun di kota, pendidikan yang pasti hingga S-3 dan masih banyak lagi.

Dan alangkah tidak etisnya bila anda menjelek-jelekkan profesi anda sedangkan anda kini makan dari hasil keringat anda sebagai perawat, hal itu sama seperti “menelan ludah sendiri”. DNA anda kini adalah perawat, jadi anda mungkin bisa dibilang malin kundang jika anda tidak menghormati asal mula dan siapa anda.

Menjadi perawat bukan berarti sehari-hari anda harus terus bergulat dalam dunia keperawatan, namun anda bisa melakukan banyak hal diluar keperawatan yang dapat berdampingan dengan profesi anda sebagai perawat. Anda bisa melakukan sesuatu yang merupakan hobi atau cita-cita anda sebelum anda terjun di dunia keperawatan seperti menulis, berbisnis, nge-band dan lain-lain. Tidak sedikit perawat yang sukses juga di bidang lain di luar keperwatan tanpa harus meninggalkan identitas siapa dia.

Syukurilah menjadi seorang perawat, itu adalah karunia Tuhan yang sungguh besar yang dititipkan kepada anda. Tuhan menghendaki dan mempercayakan ilmu keperawatan kepada anda, Tuhan berfirman “Maka nikmat yang mana lagi yang engkau dustakan (AR-RAHMAN)”.

Namun, bila perjuangan anda belum membuahkan hasil, alangkah baiknya bila kita bersabar dan tidak berkecil hati karena karena sesungguhnya “Tuhan menilai kita bukanlah dari hasil tapi proses”.

Mohon maaf, bukannya saya mengajari ataupun menghujat teman-teman seperjuangan. Saya hanya ingin membahas keluhan-keluhan mengenai profesi perawat. Selain itu, saya ingin mengungkapkan bahwa jadi perawat itu tidak seburuk apa yang seperti teman-teman bayangkan karena Profesi inilah yang membuat saya melihat dunia, profesi inilah yang mengajarkan saya pahit manisnya dunia dan profesi inilah yang telah membesarkan nama saya serta menemani kehidupan saya. Kalau bukan kita sendiri yang membanggakan profesi kita, maka siapa lagi?
HIDUP PERAWAT!!!
Oleh : Derry Taufik Mutaqien (Razzak), Amk

0 komentar:

Posting Komentar