Selasa, 17 September 2013

Malam Ini Saya Enggak Bisa Bobo


Malam itu tanggal 12 September 2013 saya kedapatan jaga malam bersama partner sekaligus senior saya. Seperti biasa kami melakukan aktivitas yang sering kami lakukan sebelum tidur yaitu menyiapkan obat untuk pasien besok pagi dan mengisi beberapa form di buku status pasien. Selagi saya asik ngisi beberapa buku status pasien, beliau pun sibuk bermain game kesukaannya, solitaire.

Kami di ruangan tidak hanya berdua. Ada juga dokter jaga yang memang kebetulan sedang menulis beberapa buku status pasien. Sekitar pukul 10.30 sang Dokter pun tiba-tiba pergi meninggalkan ruangan perawat tersebut dan juga buku status pasien serta beberapa ATK miliknya seperti cap, ballpoint dan buku catatan kecil miliknya. Tentu saja saya dan partner saya itu senang karena bisa tidur lebih awal.

"Tadi Dokter pergi kemana ris?" Tanya beliau dengan muka ngantuknya.

"Engga tau pak, mungkin ke IGD kali." Jawab saya dengan nada datar.

Percakapan pun berakhir sampai disitu. Beliau melanjutkan kegiatannya bermain game. Beberapa menit kemudian, partner saya pergi keluar ruangan. Entah apa yang dia cari awalnya saya tidak tahu. Dengan muka sumringah ternyata dia mendapatkan barang apayang dia cari. Selimut. Iya selimut itu sudah ada dalam genggaman beliau.

"Wah sepertinya udah mau tidur nih." Ucapku dalam hati dengan penuh semangat. "Kayaknya bakal tidur pulas malam ini."

"Dokter kemana sih? Ko main tinggal-tinggal aja." Gerutu beliau.

"Engga tau pak." Jawab saya singkat.

"Yaudah tidur aja yuk." ajak beliau.

Dengan senang hati saya menjawab, "hayu pak." Sambil mematikan lampu ruangan.

"Pintunya sekalian dikunci ya ris." Kata dia dengan senyum liciknya, "dia mah suka ganggu orang tidur, orang lagi asik-asik tidur, lampu asal main nyala-nyalain aja."

Dengan bijaksana saya jawab, "jangan pak, kasian."

Pikir saya ya memang kasian. Awalnya saya bersimpati kepada dokter itu. Masa iya dia mau kerja tapi dikerjain sama kita-kita seperti itu?? Kan engga etis.

Tidak lama kemudian, saya bersama partner saya itu tidur. Belum lama memejamkan mata, terdengar suara pintu terbuka. Saya sudah tahu itu pasti Dokter yang barusan. Ternyata memang betul! Wah saya bingung harus apa! Akhirnya saya pura-pura untuk tidur. Saya pikir Dokter itu engga akan masuk ruangan karena merasa tidak enak sama kami. Eh ternyata engga disangka engga diraba dan engga diduga, omongan partner sekaligus senior saya itu benar!! Sial!! Saya menyesal sekali tidak menuruti apa kata senior saya. Akhirnya saya pun terjaga sampai pagi.
Sekian.
Oleh : Haris Julyansyah, Amk

0 komentar:

Posting Komentar